‘Politik’ Posts
Akbar Akhirnya Dukung Rapimnasus Soal Capres
Aburizal Bakrie dan Akbar Tandjung (ANTARA/Widodo S. Jusuf) VIVAnews – Polemik penentuan calon presiden dari Partai Golkar sepertinya bakal berakhir. Itu setelah Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar Akbar Tandjung menegaskan akan mendukung kandidat yang diusung Partai Golkar melalui mekanisme Rapat Pimpinan Khusus (Rapimnasus) yang bakal digelar dalam waktu dekat. “Rapimnasus ini menurut DPP Partai Golkar sudah memenuhi aturan organisasi. Kami ikut saja. Kami pasti mendukung,” kata Akbar di sela orientasi kader yang digelar DPD Partai Golkar Bali, di Hotel Nikki, Denpasar, Sabtu, 19 Mei 2012. Lantaran sesuai dengan mekanisme yang diatur dalam aturan partai, Akbar mengimbau kader Golkar mendukung keputusan yang diambil dalam Rapimnasus tersebut. Seluruh kader partai di daerah, kata dia, wajib tunduk dan patuh pada keputusan itu. Akbar sendiri mengaku sudah memberi masukan kepada DPP Partai Golkar terhadap rapat pimpinan yang bakal digelar. Tak hanya itu, Akbar juga mengaku telah mendukung keputusan tersebut. “Kami sudah memberikan masukan dan juga dukungan terkait langkah DPP Golkar. Untuk Dewan Pertimbangan tidak ada masalah,” kata mantan Ketua DPR itu. Menjelang Rapimnasus Partai Golkar, dukungan kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie terus mengalir. Ketua DPD I Golkar Bali Ketut Sudikerta menyatakan tidak ada calon presiden lain dari Partai Golkar, selain Aburizal. Dukungan DPD I Bali terhadap Ical, sapaan Aburizal, menurut Sudikerta tak bisa ditawar-tawar lagi. “Tidak ada persaingan capres lagi dalam Partai Golkar. Yang ada hanya persaingan wakil presiden,” katanya. • VIVAnews | Share : pak Akbar masih bernafu nih pak..??? inget pak.. tokoh tua.. ‘+ ”+ ‘ ‘+ ”+ ‘ Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas. ‘+ ‘ ‘+ ”+ ‘ ‘+ ” ); clicked++; $(“[id^=replyButton_]*”).click(function(){ var captchaCode = $(“[id^=captcha_code_]*”).val(); var textReply = $(“[id^=comment_2_]*”).val(); if(captchaCode!=” && textReply!=”){ $(‘#replyAlert_’ + divId).html( ” ); $(‘#replyBox_’ + divId).remove(); var type_ = ‘article’; $.ajax({ type: “POST”, url: “/comment/insertReply/”, data: “captcha_code=” + captchaCode + “&comment_reply=” + textReply + “&parent_id=” + divId + “&article_id=” + articleId + “&type=”+ type_, success: function(msg){ $(‘#replyContent_’ + divId).remove(); $(‘#replyAlert_’ + divId).html(msg); } }); }else{ $(‘#replyBox_’ + divId).html( ” ); } }); if(clicked==1){ $(“[id^=replyLink_]*”).click(function(){ $(‘#replyBox_’ + divId).hide(); }); } }); } function report(username,idComment){ var captchaRefresh = Math.floor(Math.random() * 999999999); var senderUser = ”; var location = window.location; var str = ‘Anda, ‘+senderUser +’, melaporkan penyalahgunaan untuk ID : ‘ +username+’ dengan URL artikel : ‘+ location +”; str += ‘ Topik Permasalahan ‘; str += ‘ Keterangan ‘; str += ‘ Email Anda ‘; str += ”; str += ”; str += ‘ Terima kasih telah mengirimkan laporan. Kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran data yang Anda isi. Data ini tidak akan dimunculkan ke publik, namun hanya sebagai data yang akan digunakan untuk memeriksa dan menindak lanjuti permasalahan sesuai topik yang anda kirimkan. ‘; jqistates = { state0: { html: str, buttons:{Submit:true, Cancel:false}, submit: function(v,m,f){ var flag = true; var e = “”; var email_status = false; m.find(‘.errorBlock’).hide(‘fast’,function(){ jQuery(this).remove(); }); if(v){ // validasi if(jQuery.trim(f.id_email)!=”"){ var emailRegEx = /^[A-Z0-9._%+-]+@[A-Z0-9.-]+.[A-Z]{2,4}$/i; if (f.id_email.search(emailRegEx) == 0) email_status = true; } if(email_status == false){e += “E-mail tidak boleh kosong / format email salah “;} if(f.id_problem == 0){e += “Pilih topik permasalahan anda “;} if(jQuery.trim(f.id_keterangan)==”"){e += “Silakan isi keterangan “;} if(jQuery.trim(f.id_captcha_image)==”"){e += “Masukkan captcha “;} if(e==”"){ $.ajax({ type : “POST”, url : “/comment/report_abuse/”, data : “captcha_code=” + f.id_captcha_image + “&idComment=”+ idComment + “&topik_masalah=” + f.id_problem + “&keterangan=” + f.id_keterangan + “&id_pelapor=” + senderUser + “&location=”+ escape(location) + “&email_pelapor=” + f.id_email + “&id_terlapor=” + username, success : function(msg){ $.prompt.close() jQuery.prompt(msg); } }); //jQuery.prompt.goToState(‘state1′); }else{ // do noticement failure jQuery(‘ ‘+ e +’ ‘).prependTo(m).show(‘slow’); } return false; } } }, state1: { html: ‘ Permintaan anda akan segera di proses. Terima Kasih atas partisipasi anda ‘, focus: 1, buttons: {Ok: true }, submit: function(v,m){ if(v)return true; } } }; $.prompt(jqistates); }
Calonkan Ani, Demokrat Tak Ada Pilihan Lain?
Ani Yudhoyono (Antara/ Yudhi Mahatma) VIVAnews – Wacana kemungkinan dimajukannya Ani Yudhoyono sebagai calon presiden Partai Demokrat untuk Pemilu 2014 mengundang komentar dari berbagai kalangan. Kemunculan nama Ani sebagai bakal capres bahkan dinilai wajar dan natural. “Demokrat tidak ada pilihan figur lagi yang relatif bersih dan acceptable dan dapat merebut hati orang. Tidak dosa juga kalau Ani terpilih,” kata budayawan Radhar Panca Dahana di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu, 19 Mei 2012. Ia berpendapat, kader-kader Demokrat lain di luar Ani Yudhoyono cenderung tidak dipercaya publik karena banyaknya kasus hukum yang kerap dikaitkan dengan sejumlah kader Demokrat. Oleh karena itu, ujar Radhar, wajar bila Demokrat memunculkan nama lain di luar kader untuk menjadi calon presiden 2014. “SBY sendiri sudah janji tidak akan mencalonkan keluarganya. Tapi kemungkinan hal ini bisa berubah di 2014. Kita lihat saja nanti,” kata dia. Sebelumnya Juru Bicara Partai Demokrat, Andi Nurpati, menyatakan Ani Yudhoyono layak dan berpeluang untuk menjadi capres 2014. Nama Ani sebagai capres pun menurutnya akan diusung dalam rapat Majelis Tinggi Partai Demokrat. “Ibu Ani Yudhoyono punya kualifikasi untuk diusulkan menjadi capres Partai Demokrat. Ia kader Partai Demokrat, mantan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, pendiri partai Demokrat, dua periode mendampingi Pak SBY sebagai presiden, dan mempunyai banyak kemampuan,” kata Nurpati. • VIVAnews | Share : SBY & partai demokrat udah kehilangan kendali. apa gak ada calon yang lebih baek lagi pak sby anda itu seperti raja atau ratu ingat pepatah jawa gak SABDO PANDITO RATU TAN KENO WOLA WALI ‘+ ”+ ‘ ‘+ ”+ ‘ Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas. ‘+ ‘ ‘+ ”+ ‘ ‘+ ” ); clicked++; $(“[id^=replyButton_]*”).click(function(){ var captchaCode = $(“[id^=captcha_code_]*”).val(); var textReply = $(“[id^=comment_2_]*”).val(); if(captchaCode!=” && textReply!=”){ $(‘#replyAlert_’ + divId).html( ” ); $(‘#replyBox_’ + divId).remove(); var type_ = ‘article’; $.ajax({ type: “POST”, url: “/comment/insertReply/”, data: “captcha_code=” + captchaCode + “&comment_reply=” + textReply + “&parent_id=” + divId + “&article_id=” + articleId + “&type=”+ type_, success: function(msg){ $(‘#replyContent_’ + divId).remove(); $(‘#replyAlert_’ + divId).html(msg); } }); }else{ $(‘#replyBox_’ + divId).html( ” ); } }); if(clicked==1){ $(“[id^=replyLink_]*”).click(function(){ $(‘#replyBox_’ + divId).hide(); }); } }); } function report(username,idComment){ var captchaRefresh = Math.floor(Math.random() * 999999999); var senderUser = ”; var location = window.location; var str = ‘Anda, ‘+senderUser +’, melaporkan penyalahgunaan untuk ID : ‘ +username+’ dengan URL artikel : ‘+ location +”; str += ‘ Topik Permasalahan ‘; str += ‘ Keterangan ‘; str += ‘ Email Anda ‘; str += ”; str += ”; str += ‘ Terima kasih telah mengirimkan laporan. Kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran data yang Anda isi. Data ini tidak akan dimunculkan ke publik, namun hanya sebagai data yang akan digunakan untuk memeriksa dan menindak lanjuti permasalahan sesuai topik yang anda kirimkan. ‘; jqistates = { state0: { html: str, buttons:{Submit:true, Cancel:false}, submit: function(v,m,f){ var flag = true; var e = “”; var email_status = false; m.find(‘.errorBlock’).hide(‘fast’,function(){ jQuery(this).remove(); }); if(v){ // validasi if(jQuery.trim(f.id_email)!=”"){ var emailRegEx = /^[A-Z0-9._%+-]+@[A-Z0-9.-]+.[A-Z]{2,4}$/i; if (f.id_email.search(emailRegEx) == 0) email_status = true; } if(email_status == false){e += “E-mail tidak boleh kosong / format email salah “;} if(f.id_problem == 0){e += “Pilih topik permasalahan anda “;} if(jQuery.trim(f.id_keterangan)==”"){e += “Silakan isi keterangan “;} if(jQuery.trim(f.id_captcha_image)==”"){e += “Masukkan captcha “;} if(e==”"){ $.ajax({ type : “POST”, url : “/comment/report_abuse/”, data : “captcha_code=” + f.id_captcha_image + “&idComment=”+ idComment + “&topik_masalah=” + f.id_problem + “&keterangan=” + f.id_keterangan + “&id_pelapor=” + senderUser + “&location=”+ escape(location) + “&email_pelapor=” + f.id_email + “&id_terlapor=” + username, success : function(msg){ $.prompt.close() jQuery.prompt(msg); } }); //jQuery.prompt.goToState(‘state1′); }else{ // do noticement failure jQuery(‘ ‘+ e +’ ‘).prependTo(m).show(‘slow’); } return false; } } }, state1: { html: ‘ Permintaan anda akan segera di proses. Terima Kasih atas partisipasi anda ‘, focus: 1, buttons: {Ok: true }, submit: function(v,m){ if(v)return true; } } }; $.prompt(jqistates); }
Reformasi Terancam Gagal
Reformasi yang terjadi saat ini hanya mensejahterakan kaum elit. (ANTARA/ Irsan Mulyadi) VIVAnews - Budayawan Radhar Panca Dahana menilai reformasi yang telah diraih bangsa Indonesia selama 14 telah gagal. Sebabnya, reformasi yang terjadi saat ini hanya mensejahterakan kaum elit. “Saya kira, kita harus menilai secara komprehensif, sejak kita reformasi, memang ada beberapa kemajuan dari sisi ekonomi, dimana kita menjadi negera yang kuat di wilayah Eropa,” kata Radhar, dalam acara diskusi Kebangkitan Nasional Terancam, di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu, 19 Mei 2012. Kendati ada kemajuan di bidang ekonomi, Radhar mengungkapkan, bangsa Indonesia masih memiliki kelemahan dalam mensejahterakan publik. “Kita harus akui, bahwa ekonomi kita tidak merata, di daerah pedalaman, banyak masyarakat yang hanya makan gaplek setiap harinya, ini artinya kesuksesan reformasi tidak berhasil mensejahterakan publik,” tegasnya Menurut Radhar, sistem reformasi hanya sebuah sistem untuk masuknya para tokoh elit politik. “Saat ini reformasi, ternyata hanya sebuah sistem, untuk masuknya para tokoh elit politik, artinya apakah dia benar-benar sudah berhasil menciptkan sistem untuk menyejaterakan publik,” jelasnya. Hal senada juga diungkapkan oleh Ekonom Yanuar Rizky, bahwa reformasi 14 tahun yang lalu, berbeda dengan reformasi saat ini. “Orang bilang, lebih enak zaman Suharto, makan ga makan asal kumpul, tapikan kita harus tahu bahwa pada zaman itu, nilai tukar kita terancam, sehingga merembet juga ke nilai tukar,” kata Yanuar Rizky. • VIVAnews | Share : Kemajuan dan kejayaan bangsa hanya bisa dicapai apabila ada kemanunggalan antara rakyat dan pemerintah, dan diawali dengan pemimpin yg punya nurani sehingga rakyat mau berkorban setelah melihat contoh pada pemimpin ‘+ ”+ ‘ ‘+ ”+ ‘ Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas. ‘+ ‘ ‘+ ”+ ‘ ‘+ ” ); clicked++; $(“[id^=replyButton_]*”).click(function(){ var captchaCode = $(“[id^=captcha_code_]*”).val(); var textReply = $(“[id^=comment_2_]*”).val(); if(captchaCode!=” && textReply!=”){ $(‘#replyAlert_’ + divId).html( ” ); $(‘#replyBox_’ + divId).remove(); var type_ = ‘article’; $.ajax({ type: “POST”, url: “/comment/insertReply/”, data: “captcha_code=” + captchaCode + “&comment_reply=” + textReply + “&parent_id=” + divId + “&article_id=” + articleId + “&type=”+ type_, success: function(msg){ $(‘#replyContent_’ + divId).remove(); $(‘#replyAlert_’ + divId).html(msg); } }); }else{ $(‘#replyBox_’ + divId).html( ” ); } }); if(clicked==1){ $(“[id^=replyLink_]*”).click(function(){ $(‘#replyBox_’ + divId).hide(); }); } }); } function report(username,idComment){ var captchaRefresh = Math.floor(Math.random() * 999999999); var senderUser = ”; var location = window.location; var str = ‘Anda, ‘+senderUser +’, melaporkan penyalahgunaan untuk ID : ‘ +username+’ dengan URL artikel : ‘+ location +”; str += ‘ Topik Permasalahan ‘; str += ‘ Keterangan ‘; str += ‘ Email Anda ‘; str += ”; str += ”; str += ‘ Terima kasih telah mengirimkan laporan. Kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran data yang Anda isi. Data ini tidak akan dimunculkan ke publik, namun hanya sebagai data yang akan digunakan untuk memeriksa dan menindak lanjuti permasalahan sesuai topik yang anda kirimkan. ‘; jqistates = { state0: { html: str, buttons:{Submit:true, Cancel:false}, submit: function(v,m,f){ var flag = true; var e = “”; var email_status = false; m.find(‘.errorBlock’).hide(‘fast’,function(){ jQuery(this).remove(); }); if(v){ // validasi if(jQuery.trim(f.id_email)!=”"){ var emailRegEx = /^[A-Z0-9._%+-]+@[A-Z0-9.-]+.[A-Z]{2,4}$/i; if (f.id_email.search(emailRegEx) == 0) email_status = true; } if(email_status == false){e += “E-mail tidak boleh kosong / format email salah “;} if(f.id_problem == 0){e += “Pilih topik permasalahan anda “;} if(jQuery.trim(f.id_keterangan)==”"){e += “Silakan isi keterangan “;} if(jQuery.trim(f.id_captcha_image)==”"){e += “Masukkan captcha “;} if(e==”"){ $.ajax({ type : “POST”, url : “/comment/report_abuse/”, data : “captcha_code=” + f.id_captcha_image + “&idComment=”+ idComment + “&topik_masalah=” + f.id_problem + “&keterangan=” + f.id_keterangan + “&id_pelapor=” + senderUser + “&location=”+ escape(location) + “&email_pelapor=” + f.id_email + “&id_terlapor=” + username, success : function(msg){ $.prompt.close() jQuery.prompt(msg); } }); //jQuery.prompt.goToState(‘state1′); }else{ // do noticement failure jQuery(‘ ‘+ e +’ ‘).prependTo(m).show(‘slow’); } return false; } } }, state1: { html: ‘ Permintaan anda akan segera di proses. Terima Kasih atas partisipasi anda ‘, focus: 1, buttons: {Ok: true }, submit: function(v,m){ if(v)return true; } } }; $.prompt(jqistates); }
Ketua Umum Golkar Kunjungi PM Singapura
Sabtu, 19 Mei 2012, 11:01 WIB Anggi Kusumadewi Aburizal Bakrie (VIVAnews/Adri Irianto) VIVAnews – Ketua Umum Partai Golkar Aburizal Bakrie dan sejumlah pengurus Dewan Pimpinan Pusat Golkar berkunjung ke kantor Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Singapura, Jumat, 18 Mei 2012. Aburizal mengapresiasi pemerintah Singapura atas kerja sama dan hubungan yang terus membaik dengan Indonesia di berbagai bidang. Mantan Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat itu juga menjelaskan situasi politik dan ekonomi di tanah air kepada PM Loong. Tak lupa Aburizal mengutarakan tentang posisi Partai Golkar yang menurutnya terus menguat di Indonesia belakangan ini. Wakil Ketua Umum Golkar Theo Sambuaga dan Fadel Muhammad, serta Juru Bicara Golkar Nurul Arifin dan Tantowi Yahya, juga hadir dalam kesempatan ini. Selain itu, Golkar dan PM Singapura juga membahas mengenai beberapa isu aktual di tanah air, termasuk soal penundaan rencana kenaikan harga bahan bakar minyak, parliamentary dan presidential threshold dalam UU Pemilu di Indonesia, serta majunya Aburizal sebagai calon presiden Partai Golkar. Jubir Partai Golkar Tantowi Yahya menjelaskan, secara khusus PM Loong memuji peran Indonesia di kawasan Asia Tenggara maupun di dunia. “Loong mengatakan, Singapura dan negara-negara ASEAN lain berkepentingan membuat Indonesia besar dan kuat, karena dampaknya juga akan dirasakan oleh seluruh anggota ASEAN,” paparnya dalam rilis pers yang diterima VIVAnews , Sabtu, 19 Mei 2012. Sebelum pertemuan dengan PM Loong, Aburizal telah lebih dulu bertemu dengan Menteri Luar Negeri dan Hukum Singapura, K. Shanmugam. Keduanya mendiskusikan isu kerja sama pertahanan antara Indonesia dan Singapura, soal perjanjian ekstradisi, dan pertukaran pelajar. Shanmugam menyatakan, kunjungan ketua partai seperti yang dilakukan oleh Aburizal terhitung penting untuk memuluskan hubungan antarkedua negara. Aburizal sendiri memang aktif melakukan kunjungan persahabatan ke luar negeri. Sebelum ke Singapura, ia sudah lebih dulu berkunjung ke China, Thailand, dan Amerika Serikat. • VIVAnews | Share : Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini. Kirim Komentar Anda harus Login untuk mengirimkan komentar ‘ ); $.ajax({ type: “POST”, url: “/comment/load/”, data: “valIndex=” + a + “&articleId=” + b + “&defaultValue=” + c, success: function(msg){ $(“#loadkomen”).html(msg); //$(“.balasan”).hide(); } }) }
Mahfud MD: Capres, Tunggu 2013
Sabtu, 19 Mei 2012, 07:00 WIB Arry Anggadha, Heryu Nandiasa Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi) VIVAnews – Nama Mahfud MD berulang kali muncul sebagai calon kuat untuk Presiden periode 2014-2019. Namun, Ketua Mahkamah Konstitusi belum memutuskan apakah akan menerima pinangan sejumlah partai politik itu. “Muncul di Partai Golkar sering, di PPP juuga, Demokrat juga, PKB juga sudah menyebut. Saya kira itu sehat saja karena orang sedang mencari alternatif,” kata Mahfud MD di Jakarta, Jumat 18 Mei 2012 malam. Mahfud menegaskan, belum memiliki keputusan untuk maju dalam Pilpres 2014 mendatang. “Itu tidak bisa dikatakan dengan persetujuan saya, saya tidak menyetujui tapi juga tidak melarang, nanti pada tahun 2013 saya bisa ketemu dengan mereka, mau dibawa kemana gumpalan aspirasi ini. Saya kira itu lebih bagus bagi saya, bagi Mahkamah Konstitusi, bagi demokrasi juga,” ujarnya. Meski demikian, Mahfud menilai selain namanya, perlu juga dimunculkan calon alternatif lainnya. Sehingga rakyat dapat menilai calon mana yang lebih baik. “Oleh sebab itu saya bisa tenang misalnya ada muncul nama Dahlan Iskan, Sri Mulyani, itu harus dimunculkan sebagai alternatif. Soal jadi atau tidak itu biar rakyat. Kita harus membuat jalan untuk rakyat agar bisa membangun demokrasi dengan baik. Kemudian memilih demokrasi dengan baik. Kita harus menutup pintu kecurangan dalam proses demokrasi,” ujarnya. • VIVAnews | Share : Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini. Kirim Komentar Anda harus Login untuk mengirimkan komentar ‘ ); $.ajax({ type: “POST”, url: “/comment/load/”, data: “valIndex=” + a + “&articleId=” + b + “&defaultValue=” + c, success: function(msg){ $(“#loadkomen”).html(msg); //$(“.balasan”).hide(); } }) }
Bertemu di Bali, Apa yang Dibahas SBY-Prabowo
Jum’at, 18 Mei 2012, 11:25 WIB Ita Lismawati F. Malau, Beno Junianto Prabowo Subianto- Presiden SBY VIVAnews – Belum lama ini, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengundang Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra di sebuah acara di Bali. Di tengah pertemuan itu merebak kabar bahwa keduanya membicarakan pemilihan presiden 2014. Spekulasi lain menyebutkan bahwa keduanya membicarakan dengan reshuffle kabinet. Mungkinkah Gerindra masuk kabinet. Namun sejumlah spekulasi itu dibantah Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum. Di sela acara Diklat SAR Nasional Divisi Tanggap Darurat Partai Demokrat di Buperta Cibubur, Jumat 18 Mei 2012, Anas menegaskan bahwa itu hanya acara reuni biasa. “Pertemuan Pak SBY dengan Pak Prabowo di Bali itu adalah pertemuan reuni alumni 73,” kata Anas kepada wartawan. Hingga detik ini, lanjut Anas, Partai Demokrat dan Gerindra belum pernah membahas masalah capres untuk Pemilu 2014. Anas yang terpilih sebagai Ketua Umum Demokrat lewat kongres di Bandung 2010 ini, enggan membicarakan capres Demokrat 2014. Soal capres adalah urusan majelis tinggi. “Sekali lagi majelis tinggi Partai Demokrat, sampai sekarang belum bicara isu pasangan capres dan cawapres,”ujar Anas. Anas mengaku dirinya dan segenap para kader Demokrat membantu kinerja pemerintah pimpinan SBY, yang tak lain merupakan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat. “Kita sabar menunggu sampai 2014,” ujarnya. Sebelumnya, Sekjen Gerindra, Ahmad Muzani, mengatakan Prabowo Subianto menghadiri pertemuan di acara reuni Akabri 1973 di Istana Tampaksiring, Bali, beberapa waktu lalu karena diundang oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. “Pak SBY mengundang Pak Prabowo sebagai tamu undangan. Pak Prabowo menghargai sebagai undangan dan beliau datang ke Istana Tampaksiring,” kata dia. Meski demikian, ia tidak membantah kedekatan antara Presiden SBY dengan Prabowo Subianto. “Karena memang kawan lama kedua-duanya. Dan dua-duanya alumni Angkatan Darat,” ungkapnya. Apakah hal itu pertanda SBY mendukung Prabowo maju di 2014? “Saya tidak mau berspekulasi soal pilpres. Itu masih terlalu jauh,” kata Muzani. • VIVAnews | Share : Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini. Kirim Komentar Anda harus Login untuk mengirimkan komentar ‘ ); $.ajax({ type: “POST”, url: “/comment/load/”, data: “valIndex=” + a + “&articleId=” + b + “&defaultValue=” + c, success: function(msg){ $(“#loadkomen”).html(msg); //$(“.balasan”).hide(); } }) }
Demokrat Ingin Kawinkan Politik & Kemanusiaan
Jum’at, 18 Mei 2012, 12:17 WIB Ita Lismawati F. Malau, Beno Junianto Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (VIVAnews/Anhar Rizki Affandi) VIVAnews – Nampaknya Partai Demokrat sedang serius membangun image mereka di dunia politik. Salah satu cara yang mereka sebut perkawinan politik dan kegiatan kemanusiaan. “Partai Demokrat ingin mengawinkan kegiatan politik dengan kegiatan kemanusiaan,” kata Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum saat ditemui di Bumi Perkemahan Cibubur, hari ini. Angkatan pertama kegiatan ini, imbuhnya, ikut berpartisipasi dalam kegiatan untuk penyelamatan korban jatuhnya pesawat Sukhoi Superjet 100 di Gunung Salak, Bogor pada 9 Mei lalu. Untuk itu, Anas mewajibkan semua kader Demokrat ikut aktif dalam kegiatan kemanusiaan. Hal serupa juga dipertegaskan Ketua Divisi Tanggap Darurat DPP Partai Demokrat, Umar Arsal. Dia meminta kadernya selalu siap dalam keadaan apa pun. “Di mana ada bencana dan musibah.” Hal ini salah satu pertimbangan Demokrat menggelar Dilkat SAR di Buperta Cibubur. “Pelatihan berimbang diantaranya bagaimana mengantisipasi bencana serta pencegahannya dan sosialisasi ke masyarakat bagaimana kita terkena musibah,”ujarnya kepada wartawan. Hadir dalam diklat ini, kader Demokrat dari berbagai provinsi di Pulau Sumatera yakni Aceh, Palembang, Lampung, Bangka, Belitung, dan Sumatera Barat. “Tim SAR dari Divisi Tanggap Darurat DPP PD juga sudah bergabung dengan Tim Basarnas, TNI dan Polri untuk mengevakuasi korban Sukhoi. Tentunya kehadiran tim kita membantu dengan bekal yang sudah dipersiapkan,” ujarnya. Dalam kegiatan ini, didemonstrasikan pula penyelamatan korban dari ketinggian. Beberapa anggota Tim SAR turun dari arena panjat tebing, kemudian mereka mengambil korban yang tergeletak di tanah. Korban digendong dengan kuat menggunakan tali, lalu dibawa lagi ke atas tebing dengan bantuan tali. (eh) • VIVAnews | Share : Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini. Kirim Komentar Anda harus Login untuk mengirimkan komentar ‘ ); $.ajax({ type: “POST”, url: “/comment/load/”, data: “valIndex=” + a + “&articleId=” + b + “&defaultValue=” + c, success: function(msg){ $(“#loadkomen”).html(msg); //$(“.balasan”).hide(); } }) }
Anas: Ideal Syarat Capres, 15 Persen Suara
Jum’at, 18 Mei 2012, 10:26 WIB Ita Lismawati F. Malau, Beno Junianto Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (ANTARA/Andika Wahyu) VIVAnews – Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menilai syarat moderat untuk menjadi calon presiden di Pemilu 2014 cukup 15 persen suara dan kursi. Syarat Pemilu 2009, sebesar 25 persen, dia nilai memberatkan. Dengan demikian, Anas menilai Undang-undang Pemilu pun perlu direvisi dan disesuaikan. “Angka moderat 15 persen kursi dan suara. Tidak berat dan tidak ringan,” kata dia saat ditemui di Diklat SAR Divisi Tanggap Darurat DPP Partai Demokrat, di Bumi Perkemahan Cibubur, hari ini. Menggunakan angka 25 persen, imbuhnya, rakyat tidak punya banyak pilihan karena pasangan capres dan cawapres yang muncul hanya 3 sampai empat saja. “Kalau 15 persen bisa muncul sekitar enam pasangan sehingga rakyat ada pilihan,” imbuhnya. Meski begitu, Anas mengaku partai pimpinannya belum membahas secara resmi mengenai pemilihan presiden can calon dari partainya. “Bicara pilpres 2014 mari bicara kita undang-undang dulu,” kata dia. “Ini modal awal yang serius.” Dia pun menolak berkomentar saat dikonfirmasi apakah Anas bersedia menjadi cawapres dari partai lain, termasuk Golkar. (eh) • VIVAnews | Share : Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini. Kirim Komentar Anda harus Login untuk mengirimkan komentar ‘ ); $.ajax({ type: “POST”, url: “/comment/load/”, data: “valIndex=” + a + “&articleId=” + b + “&defaultValue=” + c, success: function(msg){ $(“#loadkomen”).html(msg); //$(“.balasan”).hide(); } }) }
Anas: Ideal Syarat Capres, 15 Persen Suara
Jum’at, 18 Mei 2012, 10:26 WIB Ita Lismawati F. Malau, Beno Junianto Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum (ANTARA/Andika Wahyu) VIVAnews – Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum menilai syarat moderat untuk menjadi calon presiden di Pemilu 2014 cukup 15 persen suara dan kursi. Syarat Pemilu 2009, sebesar 25 persen, dia nilai memberatkan. Dengan demikian, Anas menilai Undang-undang Pemilu pun perlu direvisi dan disesuaikan. “Angka moderat 15 persen kursi dan suara. Tidak berat dan tidak ringan,” kata dia saat ditemui di Diklat SAR Divisi Tanggap Darurat DPP Partai Demokrat, di Bumi Perkemahan Cibubur, hari ini. Menggunakan angka 25 persen, imbuhnya, rakyat tidak punya banyak pilihan karena pasangan capres dan cawapres yang muncul hanya 3 sampai empat saja. “Kalau 15 persen bisa muncul sekitar enam pasangan sehingga rakyat ada pilihan,” imbuhnya. Meski begitu, Anas mengaku partai pimpinannya belum membahas secara resmi mengenai pemilihan presiden can calon dari partainya. “Bicara pilpres 2014 mari bicara kita undang-undang dulu,” kata dia. “Ini modal awal yang serius.” Dia pun menolak berkomentar saat dikonfirmasi apakah Anas bersedia menjadi cawapres dari partai lain, termasuk Golkar. (eh) • VIVAnews | Share : Belum ada komentar untuk ditampilkan pada artikel ini. Kirim Komentar Anda harus Login untuk mengirimkan komentar ‘ ); $.ajax({ type: “POST”, url: “/comment/load/”, data: “valIndex=” + a + “&articleId=” + b + “&defaultValue=” + c, success: function(msg){ $(“#loadkomen”).html(msg); //$(“.balasan”).hide(); } }) }
Pendukung Prabowo Subianto Bentuk Ormas
Prabowo Subianto (Antara/ Jafkhairi) VIVAnews – Ketua Dewan Pembina Partai Gerindra, Prabowo Subianto, kerap disebut hendak diusung Gerindra menjadi calon presiden pada pemilu 2014. Para pendukung mantan Danjen Kopassus ini pun mulai bergerak menghimpun kekuatan. Mereka mendeklarasikan organisasi masyarakat yang diberi nama ‘Gerakan Rakyat Dukung Prabowo’ atau disingkat menjadi ‘Gardu Prabowo.’ Gardu Prabowo ini misalnya telah didirikan di Provinsi Bali. “Gardu Prabowo di Bali telah terbentuk sejak awal tahun ini. Kami bertekad memenangkan Prabowo Subianto pada Pilpres 2014,” kata Ketua Gardu Prabowo Bali, Budi Hartawan, di Bali kepada VIVAnews , Rabu 16 Mei 2012. Ia menegaskan, Gardu Prabowo jelas mengambil bentuk sebagai ormas, bukan sayap Partai Gerindra. Budi menjelaskan, anggota-anggota Gardu Prabowo tak hanya terdiri dari kader Partai Gerindra, melainkan juga kader dan simpatisan partai lain yang ikut mendukung Prabowo maju menjadi capres. “Ormas kami ini, apapun partainya, presidennya Prabowo Subianto. Kami merindukan presiden yang memiliki kemampuan menjaga stabilitas keamanan NKRI,” ucap Budi. Ia yakin di bawah Prabowo, Indonesia akan bersatu-padu seperti di masa Gajah Mada yang berhasil menyatukan nusantara. Budi menambahkan, Gardu Prabowo tak menawarkan alternatif calon presiden lain di luar Prabowo Subianto. “Tak ada tawar-menawar, Prabowo target RI 1 untuk 2014,” tegasnya. (umi) • VIVAnews | Share : ‘+ ”+ ‘ ‘+ ”+ ‘ Silahkan mengisi kode pengaman yang sesuai dengan gambar di atas. ‘+ ‘ ‘+ ”+ ‘ ‘+ ” ); clicked++; $(“[id^=replyButton_]*”).click(function(){ var captchaCode = $(“[id^=captcha_code_]*”).val(); var textReply = $(“[id^=comment_2_]*”).val(); if(captchaCode!=” && textReply!=”){ $(‘#replyAlert_’ + divId).html( ” ); $(‘#replyBox_’ + divId).remove(); var type_ = ‘article’; $.ajax({ type: “POST”, url: “/comment/insertReply/”, data: “captcha_code=” + captchaCode + “&comment_reply=” + textReply + “&parent_id=” + divId + “&article_id=” + articleId + “&type=”+ type_, success: function(msg){ $(‘#replyContent_’ + divId).remove(); $(‘#replyAlert_’ + divId).html(msg); } }); }else{ $(‘#replyBox_’ + divId).html( ” ); } }); if(clicked==1){ $(“[id^=replyLink_]*”).click(function(){ $(‘#replyBox_’ + divId).hide(); }); } }); } function report(username,idComment){ var captchaRefresh = Math.floor(Math.random() * 999999999); var senderUser = ”; var location = window.location; var str = ‘Anda, ‘+senderUser +’, melaporkan penyalahgunaan untuk ID : ‘ +username+’ dengan URL artikel : ‘+ location +”; str += ‘ Topik Permasalahan ‘; str += ‘ Keterangan ‘; str += ‘ Email Anda ‘; str += ”; str += ”; str += ‘ Terima kasih telah mengirimkan laporan. Kami tidak bertanggung jawab atas kebenaran data yang Anda isi. Data ini tidak akan dimunculkan ke publik, namun hanya sebagai data yang akan digunakan untuk memeriksa dan menindak lanjuti permasalahan sesuai topik yang anda kirimkan. ‘; jqistates = { state0: { html: str, buttons:{Submit:true, Cancel:false}, submit: function(v,m,f){ var flag = true; var e = “”; var email_status = false; m.find(‘.errorBlock’).hide(‘fast’,function(){ jQuery(this).remove(); }); if(v){ // validasi if(jQuery.trim(f.id_email)!=”"){ var emailRegEx = /^[A-Z0-9._%+-]+@[A-Z0-9.-]+.[A-Z]{2,4}$/i; if (f.id_email.search(emailRegEx) == 0) email_status = true; } if(email_status == false){e += “E-mail tidak boleh kosong / format email salah “;} if(f.id_problem == 0){e += “Pilih topik permasalahan anda “;} if(jQuery.trim(f.id_keterangan)==”"){e += “Silakan isi keterangan “;} if(jQuery.trim(f.id_captcha_image)==”"){e += “Masukkan captcha “;} if(e==”"){ $.ajax({ type : “POST”, url : “/comment/report_abuse/”, data : “captcha_code=” + f.id_captcha_image + “&idComment=”+ idComment + “&topik_masalah=” + f.id_problem + “&keterangan=” + f.id_keterangan + “&id_pelapor=” + senderUser + “&location=”+ escape(location) + “&email_pelapor=” + f.id_email + “&id_terlapor=” + username, success : function(msg){ $.prompt.close() jQuery.prompt(msg); } }); //jQuery.prompt.goToState(‘state1′); }else{ // do noticement failure jQuery(‘ ‘+ e +’ ‘).prependTo(m).show(‘slow’); } return false; } } }, state1: { html: ‘ Permintaan anda akan segera di proses. Terima Kasih atas partisipasi anda ‘, focus: 1, buttons: {Ok: true }, submit: function(v,m){ if(v)return true; } } }; $.prompt(jqistates); }


